9 PDP Covid-19 Purbalingga Dipulangkan Karena Ruang Isolasi Terbatas

0
58

Setelah menjalani isolasi dan berbagai pemeriksaan hampir satu minggu di RS Margono Soekarjo (RSMS)-Purwokerto, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) pertama di wilayah Purbalingga dengan insial Ny. K (57th) dinyatakan negatif virus Corona Covid-19. Hasil tes swab pasien tersebut keluar pada hari Jumat, 20 Maret 2020 kemarin.

Kepala Dinas Kesehatan kota Purbalingga, Drg Hanung Wikantono mengungkapkan bahwa pasien tersebut sudah diperbolehkan pulang. Karena kondisinya yang sebelumnya menunjukan gejala Covid-19 sekarang telah membaik setelah menjalani perawatan.

“Pasien yang di rujuk ke RS Margono kemarin sudah diperbolehkan pulang, hasil diagnosa menunjukan negatif covid-19,” katanya pada Minggu, 22 Maret 2020.

Sebelumnya diketahui, Ny. K berdomisili di Depok, Jawa Barat dan sedang mudik ke Desa Bandingan, Kecamatan Kejobong, Purbalingga. Kemudian, pada hari Minggu pagi, 15 Maret 2020, ia memeriksakan diri ke RSUD Goeteng Taroenadibrata dengan keluhan sesak nafas dan juga demam.

Karena keluhan tersebut mirip dengan gejala virus Corona Covid-19, maka petugas medis yang memeriksa saat itu menetapkan status PDP untuk Ny. K tersebut. Lalu sore harinya, dia dirujuk ke RS margono Soekarjo yang merupakan rujukan lini pertama bagi terduga pengidap virus Corona Covid 19.

Ny. K merupakan satu dari tiga PDP atau pasien dalam pengawasan di RS Margono Soekarjo yang dinyatakan negatif corona. Dua PDP Negatif corona Covid-19 lainnya merupakan pasien rujukan dari Kabupaten Cilacap dan yang satu merupakan pasien dari Purwokerto.

Pasien dari Kabupaten Cilacap diketahui pulang dari Yogyakarta dan sempat bertemu dengan dua warga negara asing asal China. Dia pun dirujuk dengan keluhan batuk dan juga demam.

Sedangkan pasien dari Purwokerto, masuk RSMS dengan keluhan batuk dan tenggorokan sakit,
yang mirip dengan gejala virus Corona Covid-19. Dia diketahui baru saja pulang dari Penang, Malaysia.
Dia juga menjelaskan, pada hari Jumat, 20 Maret 2020 RSUD Goeteng Taroenadibrata merawat dua PDP baru.

Kemudian hingga hari Minggu siang, 22 Maret 2020, jumlah PDP semakin bertambah hingga mencapai 22 orang.

Sementara itu, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) adalah sebanyak tujuh orang dan Orang Dalam Resiko (ODR) sebanyak 46 orang. Beberapa PDP dari kota Purbalingga dirawat di rumah sakit luar daerah dan juga rumah sakit swasta, seperti di RSUD Banjarnegara, RSU Harapan Ibu, RSUD Banyumas dan RS Margono Soekarjo.

Dia menjelaskan, sembilan PDP asal Purbalingga tersebut kondisinya telah membaik. Dan Dinas Kesehatan Purbalingga memutuskan untuk memulangkan pasien meski hasil tes swab belum keluar.

“Ada sembilan pasien yang dipulangkan meskipun hasil lab belum keluar, kondisinya membaik, dan ruang isolasinya terbatas, karena itu pasien akan karantina mandiri di rumah agar ruang isolasinya bisa digunakan oleh pasien lain,” ujar Hanung.

Meskipun dipulangkan, namun lima PDP tersebut harus menjalani karantina mandiri selama 14 hari di rumah. Kondisinya pun akan terus dipantau oleh tenaga medis gugus tugas pencegahan corona Covid-19 Purbalingga.

Hanung mengimbau agar masyarakat tidak panik menghadapi pandemi Covid-19 ini. Dia mengajak pencegahan penularan virus dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta mematuhi kebijakan social distancing.

Baca juga : Pemkab Purbalingga Siapkan Dana Rp. 1 Miliar Untuk 2 Pekan Hadapi Corona

Sumber :

https://www.liputan6.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here